Biaya cloud terus meningkat seiring pertumbuhan data perusahaan. Kapasitas storage yang semakin besar, data yang jarang digunakan, serta kebutuhan performa tinggi dapat membuat cloud storage cost menjadi salah satu komponen pengeluaran IT yang signifikan.
Karena itu, perusahaan membutuhkan strategi optimalisasi biaya cloud yang tidak hanya berfokus pada pengurangan kapasitas, tetapi juga memastikan data tetap mudah diakses dan performa aplikasi tetap optimal.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah NetApp Cloud Volumes ONTAP.
Baca juga: Kenapa Memilih ExaGrid untuk Solusi Backup Enterprise?
Mengapa Biaya Cloud Storage Bisa Membengkak?
Tidak semua data membutuhkan storage dengan performa tinggi. Data transaksi yang aktif tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan data arsip, backup, atau dataset yang jarang diakses.
Jika seluruh data ditempatkan pada storage berperforma tinggi, perusahaan berpotensi membayar kapasitas yang sebenarnya tidak selalu dibutuhkan.
Selain itu, pertumbuhan data yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan overprovisioning, yaitu penyediaan kapasitas storage yang lebih besar dari kebutuhan aktual.
NetApp untuk Optimalisasi Biaya Cloud
NetApp Cloud Volumes ONTAP membantu perusahaan mengelola data di cloud dengan berbagai kemampuan storage efficiency dan data management.
ONTAP menyediakan teknologi seperti thin provisioning, deduplication, compression, dan compaction untuk mengurangi physical storage footprint yang dibutuhkan. Dengan kebutuhan storage yang lebih efisien, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan kapasitas dan biaya cloud.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mendapatkan lebih banyak nilai dari kapasitas storage yang tersedia tanpa harus selalu menambah kapasitas secara langsung.
Baca juga: Couchbase Adalah Database NoSQL Modern untuk Aplikasi Real-Time
Data Tiering: Simpan Data di Storage yang Tepat

Salah satu strategi penting dalam cloud cost optimization adalah memisahkan data berdasarkan tingkat aktivitasnya.
Dengan data tiering pada Cloud Volumes ONTAP, data yang sering digunakan atau hot data dapat tetap berada pada performance tier, sementara data yang tidak aktif atau cold data dapat dipindahkan secara otomatis ke object storage dengan biaya lebih rendah.
Dengan demikian, perusahaan tidak perlu menempatkan seluruh data pada storage berperforma tinggi.
NetApp menggunakan teknologi FabricPool untuk mendukung proses tiering tersebut. Data dapat ditempatkan berdasarkan kebijakan yang ditentukan, sementara aplikasi tetap dapat mengakses data tanpa perlu melakukan perubahan pada aplikasi.
3 Cara Mengoptimalkan Biaya Cloud dengan NetApp
Optimalkan penggunaan kapasitas
Gunakan fitur storage efficiency seperti deduplication, compression, dan thin provisioning untuk mengurangi kebutuhan physical storage.
Pindahkan cold data ke storage berbiaya lebih rendah
Data yang jarang diakses dapat ditiering ke object storage sehingga performance tier dapat difokuskan untuk workload yang membutuhkan performa lebih tinggi.
Sesuaikan storage dengan kebutuhan workload
Jangan menggunakan konfigurasi storage yang sama untuk seluruh workload. Pilih performance tier dan capacity tier berdasarkan kebutuhan akses, performa, serta biaya.
Baca juga: Naik Level! Juke Solutions Resmi Raih Odoo Gold Partner
Cloud Lebih Efisien, Data Tetap Optimal
Optimalisasi biaya cloud bukan sekadar mencari storage dengan harga paling murah. Strategi yang tepat adalah menempatkan data pada storage yang sesuai dengan nilai dan pola aksesnya.
Dengan NetApp Cloud Volumes ONTAP, perusahaan dapat menggabungkan storage efficiency dan automated data tiering untuk meningkatkan utilisasi storage sekaligus membantu mengendalikan cloud storage cost.
Saatnya mengelola data dengan lebih cerdas. Optimalkan biaya cloud tanpa mengorbankan performa dan fleksibilitas bisnis dengan solusi NetApp bersama Juke Solutions.
Baca juga: Juke Solutions dan NetApp Perkuat Kompetensi Tim melalui NetApp Enablement Session